Connect with us

Berita Bola

Sukses Menggasak PSIS, Arema Justru Dibayangi Trauma

Sukses Menggasak PSIS, Arema Justru Dibayangi Trauma

Kemenangan perdana berhasil didapatkan Arema FC dalam penyisihan Grup E Piala Presiden 2018, pada Kamis (25/1/2018). Tim berjulukan Singo Edan ini menang 3-1 atas PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Arema unggul tiga gol, Rio Saputro (bunuh diri), Ahmad Alfarizi dan Thiago Furtuoso. Sementara itu, gol semata wayang Tim Mahesa Jenar disumbang, Hari Nur Yulianto.

Walau menang dengan margin gol cukup besar, pelatih Arema, Joko Susilo alias Getuk tidak merasa puas. Ada apa gerangan?

Ada sebuah catatan penting yang harus segera diperbaiki. Yaitu trauma kecolongam para paruh babak kedua.

“Saya akui pemain masih merasakan trauma di pertandingan pertama (ditahan Persela Lamongan). Mereka terlalu khawatir akan dibalas oleh gol lawan. Dan tadi memang terjadi kecolongan satu gol. Perlahan akan kami perbaiki,” kata pelatih Arema, Joko Susilo.

Tim pelatih memang sudah merasakan pemainnya memiliki trauma. Karena saat pertandingan pertama Grup E (20/1/2018) Arema kebobolan dua gol dalam 10 menit akhir. Sehingga kemenangan yang ada didepan mata hilang. Skor akhir pertandingan imbang 2-2.

“Di ruang ganti saat pergantian babak saya coba menenangkan pemain. Karena itu tidak banyak motivasi yang saya sampaikan ketimbang hal teknis,” kata pelatih 47 tahun ini.

Ke depan, Getuk ingin pemainnya bisa menghilangkan trauma itu. Terutama saat menghadapi laga terakhir lawan Bhayangkara FC pada 30 Januari mendatang.

“Sejak pertandingan pertama, ada hal positif yang sebenarnya terjadi. Kami mencetak gol cepat. Sekarang pekerjaan rumahnya membuat pemain konsisten bisa mencetak gol pada akhir pertandingan juga,” harapnya.

Untuk sejenak, Getuk menyampaikan agar pemainnya menikmati kemenangan lawan PSIS Semarang. Dia tidak ingin anak buahnya justru dihinggapi ketegangan jelang laga pamungkas Grup E.

“Melawan Bhayangkara FC memang ibaratnya final selanjutnya bagi kami untuk bisa lolos ke fase selanjutnya. Tapi itu dipikirkan nanti. Sekarang harus istirahat sejenak sambil pemain melakulan pemulihan kondisi,” ujar Getuk.

Saat ini Arema FC memiliki nilai empat. Sama dengan yang dikantungi Bhayangkara FC. Namun, Kera-kera Ngalam lebih unggul dari segi produktivitas gol.

Laga terakhir merupakan penentuan siapa yang berhak jadi juara grup dan lolos otomatif ke fase babak 8 besar. Tentu Arema FC tidak ingin jadi runner up. Karena hanya ada tiga runner-up terbaik yang bisa lolos dari lima grup yang ada di Piala Presiden 2018.

Comments

More in Berita Bola